Rabu, 19 Januari 2011

Kisah sadis Cinta ku

Tak ada yang sempurna
Di dunia juga padaku
Kau tinggalkan diriku
Untuk dirinya dia sahabatku
Terlalu sadisnya kau siksa hatiku ini
Terlalu sadisnya kau injak hina diriku
Kau hancurkan cintaku hanya ‘tuk sahabatku
Kau hancurkan hidupku hanya untuk dirinya
Terlalu…
Begitu banyak kisah sakiti hati yang ku lalu
Namun ini terlalu sungguh terlalu memang terlalu
Terlalu sadisnya kau siksa hatiku ini
Terlalu sadisnya kau injak hina diriku
Kau hancurkan cintaku hanya ‘tuk sahabatku
Kau hancurkan hidupku hanya untuk dirinya
Terlalu…
Terlalu sadisnya kau siksa hatiku ini
Terlalu sadisnya kau injak hina diriku
Kau hancurkan cintaku hanya ‘tuk sahabatku
Kau hancurkan hidupku hanya untuk dirinya
Terlalu sadisnya kau siksa hatiku ini
Terlalu sadisnya kau injak hina diriku
Kau hancurkan cintaku hanya ‘tuk sahabatku
Kau hancurkan hidupku hanya untuk dirinya
Terlalu…

engkau datang membawa berlembar-lembar memori
setelah kau timbun dengan sekarung debu
kau buka satu-satu didepan mataku
namun gambar dimataku adalah ketakutanmu
ah, tak perlu lagi penjelasanmu
karena tragedi malam itu telah datang dan menceritakan semua padaku
pergi saja dari hadapanku
aku tak mau seluruh tubuhku kembali meregang

Tuhan
saya sedih
saya merana
saya sengsara
bukan karena harta
bukan karena keluarga
bukan karena kolega
bukan karena tetangga

tapi karena cinta

lantas apakah cengeng kalau saya merasa demikian
hanya karena sesuatu yang disebut orang cinta?

Tidak ada komentar: